Virus H7N9 Mulai Menular Antar Manusia

WHO telah memperingatkan pada April lalu bahwa jenis flu burung ini sangat berbahaya.

Para peneliti telah melaporkan terjadinya kasus pertama penularan flu burung virus H7N9 antar manusia yang muncul di Cina.

Jurnal kesehatan British Medical Journal (BMJ) mengatakan seorang wanita 32 tahun telah terinfeksi virus ini pada Maret lalu setelah merawat ayahnya yang berusia 60 tahun di rumah sakit.

Tidak seperti ayahnya – yang mengunjungi pasar unggas di minggu sebelum jatuh sakit – perempuan ini tidak melakukan kontak dengan unggas hidup tetapi jatuh sakit enam hari setelah kontak terakhir dengan ayahnya.

Keduanya meninggal dalam perawatan intensif setelah mengalami kegagalan fungsi beberapa organ.

Hingga kasus ini muncul, tidak ada bukti manusia bisa mengidap virus H7N9 selain dari kontak langsung dengan unggas.

Kebanyakan orang yang terjangkit sebelumnya mengunjungi pasar unggas hidup atau melakukan kontak dengan unggas hidup dalam waktu satu atau dua minggu sebelum jatuh sakit.

Peringatan untuk waspada
Hasil penelitian virus yang diambil dari keduanya menunjukkan jenis virus ini hampir mirip secara genetik. Hal ini mendukung dugaan bahwa perempuan tersebut tertular dari ayahnya.

Meskipun demikian, para peneliti mengatakan tidak ada bukti bahwa virus ini akan bisa menyebar dari orang ke orang secara mudah. Ini adalah kasus pertama “kemungkinan transmisi” virus dari manusia ke manusia.

Virus jenis baru ini dipertimbangkan sebagai ancaman serius bagi kesehatan manusia.

“Temuan kami memperkuat dugaan bahwa virus baru memiliki potensi pandemi penyebaran,” kata para peneliti.

Dr James Rudge, dari London School of Hygiene and Tropical Medicine, mengatakan bahwa penularan terbatas antara manusia ini tidak mengherankan dan telah terlihat sebelumnya dalam virus flu burung lainnya, seperti H5N1.

Dia menambahkan: “Ini akan mengkhawatirkan jika kita mulai melihat rantai panjang penularan antara manusia, ketika seseorang menginfeksi orang lain, yang pada gilirannya menginfeksi lebih banyak orang, dan seterusnya.”

“Terutama jika setiap kasus yang terinfeksi terus menginfeksi orang lain, rata-rata lebih dari satu orang, ini akan menjadi tanda peringatan kuat bahwa kita mungkin berada dalam tahap awal epidemi.”

Sebuah editorial di BMJ yang ditulis oleh Dr Rudge, menyimpulkan bahwa meski penelitian ini mungkin tidak menunjukkan bahwa H7N9 bisa menimbulkan pandemi berikutnya, “kasus ini memberikan peringatan tentang perlunya untuk tetap sangat waspada.”

Sampai dengan 30 Juni lalu sudah ada 133 kasus flu burung H7N9 dilaporkan di Cina timur dengan 43 kasus berujung kematian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s